KAPANLAGI NETWORK
MORE
TANYA
  1. HOME
  2. KESEHATAN
  • Ada Yang Udah Pernah Nyoba Minyak Argan?
    Irene Last Update 04 Feb 2019

    Hi Sist!aku mau nanya nih, udah pernah ada yang pernah pakai minyak argan ga yah? soalnya minyak ini katanya bagus untuk kulit, kemarin ketemu tuh ama website yang jual minyak argan, katanya sih ini minyak rahasia kecantikan kulit wanita timur tengah, kalo di indonesia sendiri minyak essential oil ini udah banyak yang pakai belum yah? di tunggu jawabanya ya sist, mau nyoba mumpung awal bulan. hiks, thanks,

  • Apa Benar Stimuno Syrup Aman Untuk Balita?
    Asuransi Terbaik Last Update 08 Jan 2019

    Saya mau nanya, apakah stimuno atau jenis suplemen penambah daya tahan tubuh balita aman? Kalau dari reviewnya aman www.usahakecil2an.com/2019/01/stimuno-untuk-balita.html   stimuno.com  

  • Benarkah Stimuno Untuk Balita Mengandung Imun?
    Sonni Herawan Last Update 25 Jan 2019

    Penggunaan dan pemakaian Stimuno Untuk Balita sangat penting dan bermanfaat, agar anak kita bisa tumbuh dengan optimal dan dapat lebih tahan terhadap berbagai macam penyakit dikarenakan cuaca,ataupun mengkonsumsi makanan yang kurang bersih dan sehat.Setidaknya daya imun yang terkandung dalam Stimuno bisa bergunan menahan serangan penyakit yang datang menjelang.Stimuno Untuk Balita

  • Perlu Dihindari, Tips Menyapih Anak Yang Berdampak Negatif Untuk Psikologi
    Kinari Gharenesia Last Update 14 Jan 2019

    Selama ini, ada banyak tips menyapih anak yang banyak dianjurkan. Baik yang menggunakan cara tradisional, sampai dengan menggunakan obat-obatan. Memang sih, beberapa anak akan sulit untuk dipisahkan dari momen menyusu. Tentu hal ini dapat dipahami. Setelah 2 tahun mengalami masa-masa yang penuh kehangatan, sepertinya momen menyusu menjadi salah satu momen yang memberikan kenyamanan ekstra bagi si kecil, bahkan untuk Bunda sendiri. Pada momen ini, rasanya ada ikatan batin yang cukup kuat. Namun, bagaimanapun juga, cepat atau lambat, proses menyapih tetap harus dilakukan. Hanya saja, Bunda perlu melakukannya dengan lembut. Agar tak berdampak negative pada mental si kecil. Dan semua itu, harus diawali dengan persiapan mental kedua pejuangnya, yaitu, Bunda dan si kecil. Konsistensi adalah salah satu kunci dalam keberhasilan menyapih lho Bunda. Coba di ingat-ingat kembali, bagi Bunda yang pernah gagal dalam menyapih, biasanya dikarenakan mental yang belum kuat. Ketika anak rewel, lalu dengan mudahnya Bunda kembali menawarkan ASI. Alasannya apa lagi, kalau bukan ‘Tak Tega’. Betul tidak? Nah, untuk menghindari hal seperti itu, maka Bunda harus mempersiapkan diri terlebih dahulu, sebelum melakukan proses menyapih. Tanda Anak Sudah Saatnya Disapih Salah satu hal yang dapat mempermudah berbagai tips menyapih anak adalah kesiapan mental anak itu sendiri. Jika Bunda amati, maka ada masanya si kecil mulai menunjukkan gelagat ‘tak membutuhkan’ ASI lagi. Nah, pada masa ini adalah masa yang paling tepat untuk memulai proses menyapih. Setiap anak tentu menunjukkan gelagat yang berbeda-beda. Tentu dengan rentang usia yang bisa jadi juga tak sama, pada satu anak dengan yang lain. Beberapa contoh tanda-tanda anak yang sudah siap untuk di sapih adalah sebagai berikut: Menyusu Karena Iseng, Bukan Lapar atau Haus ASI wajib diberikan ketika bayi baru berusia 0-6 bulan. Setelah itu, ASI masih lanjut terus diberikan, sambil didampingin dengan makanan padat nutrisi lainnya. Namun, setelah anak menginjak usia 1-2 tahun, dimana anak sudah mulai lebih aktif, maka kebutuhannya akan ASI juga semakin berkurang. Nah, pada masa ini, beberapa anak yang ingin berlama-lama menyusu hanya ingin iseng saja. Contohnya, ia mulai bermain-main saat menyusu. Dengan berbagai atraksi, berlama-lama menyusu hanya untuk mengisi waktu luang saja, bahkan menyusu hanya dijadikan penawar ketika rewel. Jika sudah begini, saat anak menginjak usia 2 tahun, Bunda sudah dapat memulai untuk menyapih s kecil ya.   Mulai Sibuk Bermain Setelah menyusui selama 2 tahun full, ada baiknya Bunda mulai melakukan evaluasi. Dengan lebih memperhatikan aktifitas si kecil. Pada usia ini, tentu si kecil sedang ada pada masa asik-asiknya bermain ya BUnda. Selain mulai mengeksplorasi diri, ia juga mulai sibuk mengeksplorasi lingkungannya. Nah, jika begitu, Bunda sudah mulai dapat mengurangi intensitas menyusu. Yang mungkin sebelumnya sehari bisa 4-6 kali, kini mulai dikurangi secara bertahap. Ini merupakan salah satu tips menyapih anak yang patut dicoba.   Mulai Jarang Meminta ASI Salah satu tanda awal si kecil sudah mampu disapih adalah ketika ia sudah mulai jarang meminta ASI. Nah, waktu paling krusial untuk menyusu biasanya adalah ketika menjelang tidur ya. Untuk itu, mungkin Bunda bisa mulai memikirkan cara lain yang dapat dilakukan sebagai pengantar tidur, selain menyusu. Seperti membacakan dongeng, mengusap punggung, atau hal-hal lain yang paling membuatnya nyaman. Beberapa Cara Menyapih Yang Perlu Dihindari Masih banyak cara menyapih anak jaman dulu yang masih dipergunakan hingga sekarang. Beberapa diantaranya adalah mengoleskan benda asing dengan rasa yang pahit atau warna merah mencolok pada putting payudara guna mengelabui si kecil. Taukah Bunda, bahwa hal ini dapat mempengaruhi mental si kecil lho. Beberapa dampak yang mulai timbul adalah trauma akan rasa dan warna, merasa di tolak, dan rewel berkepanjangan. Cara lain yang perlu dihindari saat menyapih adalah menakut-nakuti atau bahkan menbentak. Anak yang telah menginjak usia 2 tahun, atau bahkan lebih sudah mulai mampu mencerna informasi yang disampaikan olah orang dewasa. Si kecil sudah dapat diajak berkomunikasi secara positif lho Bunda. Jadi, jika Bunda melarangnya menyusu dengan marah, ia akan merasa ditolak. Dan penolakan ini sangat menyakitkan buatnya. Menjauhkan Bunda dan si kecil, agar tak ingat menyusu juga masih banyak dilakukan, namun metode yang ini juga sebaiknya tak gunakan. Setiap masa transisi selalu membutuhkan dukungan dan cinta. Temasuk bagi anak yang baru mulai disapih. Menjauhkannya dari ibunya adalah satu masalah baru baginya. Pelan Tapi Pasti, Menyapihlah Dengan Cinta dan Kelembutan Satu hal yang wajib Bunda ketahui adalah, tak ada waktu yang pasti untuk menyapih. Tak ada yang terlalu cepat, dan tidak pula terlalu lambat. Jadi, setiap anak memiliki waktu dan prosesnya sendiri. Sebelum menyapih, yang perlu Bunda lakukan hanyalah memberi pengertian, bahwa semua hal ada waktunya. Begitupun dengan menyusu. Maka, nanti pun ada kalanya si kecil harus berhenti menyusu dan beralih pada minum susu dengan gelas.   Dan jika setelah 2 tahun penuh si kecil masih belum siap untuk disapih, maka Bunda masih bisa menundanya hinga satu atau beberapa bulan berikutnya. Hanya saja, ketika BUnda sudah merasa cukup siap untuk menyapih, maka tips menyapih anak yang paling jitu untuk dilakukan adalah konsistensi. Ketika si kecil mulai minta menyusu kembali, Bunda dapat mengalihkan perhatiannya dengan hal lain. Seperti mengajaknya jalan-jalan, bermain, membacakan dongeng, atau apapun. Yang pasti, menyapih merupakan salah satu dari serangkaian proses tumbuh kembang anak. jadi, tak perlu dipaksakan, cukup dipersiapkan dengan baik.  

  • 6 Resiko Berbahaya Penderita Obesitas Yang Wajib Diwaspadai
    Bontie Coolz Last Update 03 Jan 2019

    Berat badan memang bisa mengindikasikan kondisi kesehatan seseorang, faktanya mereka yang memiliki berat badan berlebih atau yang dikenal sebagai obesitas memiliki resiko yang sangat tinggi untuk terserang penyakit-penyakit berbahaya pada tubuhnya. Obesitas sendiri adalah sebuah kondisi dimana berat badan melebihi dari angka normal setelah diukur berdasarkan perbandingan dengan tinggi badan. Hal ini tak hanya rentan terjadi pada orang dewasa saja, melainkan juga anak-anak.   Umumnya selain faktor genetik, maka gaya hidup memang menjadi penyumbang terbanyak dari berat badan berlebih tersebut, seperti diantaranya adalah malas untuk bergerak, mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung glukosa ataupun juga lemak. Secara otomatis hal ini akan memicu terjadinya kegemukan. Tentunya dengan memiliki berat badan yang berlebih ini ada banyak sekali resiko penyakit yang dapat menyerang tubuh, seperti diantaranya adalah:   1. Diabetes melitus, dikenal juga sebagai penyakit kencing manis, penyakit yang satu ini sering kali menjangkiti manusia di usia 30an tahun, salah faktor penyebabnya tak lain adalah berat badan yang terlalu berlebih, sehingga membuat resistensi insulin kedalam tubuh menjadi berkurang, akibatnya gula darah menjadi tinggi, resiko terburuknya adalah dapat merusak organ-organ tubuh vital yang lainnya.   2. Penyakit jantung, gangguan jantung juga berpotensi menjangkiti mereka dengan berat badan berlebih, hal ini disebabkan karena timbunan lemak tak hanya ada di sekitar jaringan otot, melainkan juga ada kolesterol jahat yang masuk kedalam pembuluh darah, jika jumlahnya kian lama kian tinggi, maka akan membuat aliran darah menjadi semakin lambat, akibatnya jantung harus bekerja secara ekstra untuk memompanya, lama kelamaan dinding-dinding jantung yang dipaksa untuk bekerja secara ekstra ini juga rentan sekali bocor, bahkan bisa menyebabkan terjadinya jantung koroner.   3. Masalah paru-paru, mereka yang menderita obesitas kenyataannya juga akan sangat kesulitan di dalam bernapas, apalagi dalam kondisi berbaring atau tidur, karena bagian dada tertutup oleh lemak, membuat paru-paru tidak bisa melebar secara sempurna di dalam menampung udara yang masuk.   4. Resiko terserang penyakit kanker, khususnya pada pria, mereka yang mengalami obesitas ternyata lebih besar resikonya terjangkit penyakit kanker, diantaranya seperti kanker tiroid, ginjal hingga pankreas, begitu juga pada wanita yang akan semakin tinggi resikonya terserang penyakit kanker kandung empedu bahkan juga kanker rahim jika memiliki berat badan berlebih.   5. Gangguan pada sendi, karena berat badan yang terlalu berlebih, maka nantinya tulang dan juga sendi-sendi tubuh harus menopang beban yang lebih besar dari sebelumnya, sudah pasti akan sangat sulit untuk bergerak, itulah mengapa mereka yang terkena obesitas terkadang untuk berlari atau berjalan sedikit lebih jauh saja tidak kuat.     6. Gangguan tidur, hal ini dikenal juga dengan nama sleep apnea, yaitu sebuah kondisi yang menyebabkan seseorang akan berhenti bernapas selama beberapa saat ketika sedang tidur, tak lain faktor penyebabnya memang dari timbunan lemak yang ada di dalam tubuh, khususnya adalah dada, hal ini akan menyebabkan kadar oksigen yang masuk kedalam tubuh nantinya akan turun, hingga beresiko merusak kinerja jantung dan fungsi otak.   Mereka yang mengalami masalah dengan obesitas ini kenyataannya juga menjadi rentan terkena bully di lingkungan sosialnya, misalnya adalah di sekolah, hingga terkadang menurunkan rasa percaya diri, sehingga ada baiknya sedini mungkin mulai menurunkan berat badan, dari menjalani program diet hingga olahraga secara intensif.

  • Delvia Lona Putri Aries 18 April 1989
    Delvia Lona Putri Last Update 01 Jan 2019

    Pagi... Selama saya berkelurga saya merasa ada sesuatu yg janggal di antara pernikahan kami.   

  • Saya Pria Tanggal Lahir Saya 23 07 1985 Sampe Sekaran Belom Punya Pacar
    Jj Jj Last Update 19 Des 2018

    Saya pria

  • Istri Saya Susah Gemuk, Tolong Advicenya Dong..!
    Tito Moritz Last Update 06 Feb 2017

    Istri saya badanya kecil. Kalo pas pulang kampung, saya selalu yang dimarahin ibu saya.. "bojomu ki ra kok openi po?" Padahal, asupan gizi sudah komplit lho..

    JAWAB
  • Tes Keperawanan Pada Perempuan, Valid Atau Nggak Sih?
    Dewi Ratna Last Update 28 Nov 2017

    Nggak cuma di Indonesia, di beberapa negara lain juga ternyata ada yang mengharuskan tes keperawanan dalam beberapa kasus, misalnya saat perempuan di suatu desa di Maroko akan menikah. Berbagai metode tes dipakai, dan yang paling unik adalah tes dengan memecahkan telur dan memasukkannya ke dalam vagina si perempuan. Kok bisa? Baca dulu deh di sini: https://www.vemale.com/lentera/109641-menyoal-mitos-keperawanan-dan-kaitannya-dengan-kekerasan-perempuan.html Nah, yang jadi pertanyaan, apakah tes tersebut valid? Apakah mereka yang selaput daranya tidak robek atau vaginanya sempit itu bisa dipastikan masih perawan? Dan apakah tes keperawanan ini relevan dengan apa yang akan mereka jalani, misal jika seorang perempuan ingin menjadi seorang anggota polisi. Bukankah yang bekerja nantinya adalah otak dan tenaga? Apa pengaruhnya jika dia tak lagi perawan? Gimana menurut teman-teman?